Saya memiliki banyak sahabat. Sahabat waktu kecil, sahabat saat saya remaja, dan sahabat saat saya menuju dewasa sekarang ini. Tapi bagi saya mereka semua sama, mereka tetap sahabat selamanya buat saya.
Dulu sewaktu saya berumur 4 tahun saya mempunyai 2 sahabat walaupun di antara mereka saya paling tua tapi mereka tetap menerima saya sebagai sahabat. Dan sampai sekarang saya sudah menganggap mereka seperti adik saya sendiri. Mereka bernama Dini dan Intan. Saya dan mereka selalu menghabiskan waktu bersama dari pagi sampai malam, maklum rumah kita berdekatan. Tapi setelah kita beranjak remaja, Dini pun melanjutkan sekolahnya ke luar kota. Saya dan Intan pun merasa sangat kehilangan Dini, karna kita bertiga sudah seperti keluarga. Dan keluarga kita pun sangat dekat 1 sama lain.
Dan setelah Dini pindah untuk melanjutkan sekolahnya, hari-hari pun saya jalani seperti biasa. Dengan Intan lah saya biasa menghabiskan waktu berdua. Tapi setelah beberapa tahun Dini pergi meninggalkan kita berdua, Intan pun menyusul. Intan pindah karena orang tuanya yang telah membeli rumah baru untuk dia dan keluarganya. Jadi tinggalah saya sendiri disini. Walau bagaimanapun mereka sudah tidak berada di dekat saya lagi tapi komunikasi kita tetap terjaga satu sama lain.
Ketika saya sudah masuk ke dunia perkuliahan sekarang ini, saya harus bisa beradaptasi karena dunia kampus yang sangat bebas pergaulannya. Seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya, saya memberanikan diri untuk mulai beradaptasi mencari teman yang tepat untuk saya.
Dan saat pertama kali saya mulai kuliah disitu ada perkenalan mahasiswa dan sekitar kampus atau yang biasa kita sebut OSPEK. Pada saat saya ospek itu saya berkenalan dengan Astri sebut saja Amoy nama panggilannya. Dan ternyata saya 1 kelas sama dia, Setalah ospek selesai dan perkuliahan di mulai saya berbaur lagi untuk mendapatkan teman baru. Berkenalah saya dengan perempuan yang saya kira awalnya jutek atau judes tapi aslinya dia baik banget dia bernama farah, sewaktu saya dapat tugas kelompok saya kekurangan anggota, dan berbaur lagilah saya dengan perempuan yang kelihatannya pemalu tapi ternyata dia itu pintar loh dia bernama yunisa sebut saja icha.
Hari-hari pun berlalu tak terasa sudah 2 bulan lebih saya berteman dengan mereka, Amoy, Farah dan Icha. Kita ber-4 pun menjadi perhatian di kelas, karna suka pake baju yang aneh-aneh dan selalu sama. hahaha
Anak-anak di kelas pun memberikan kita julukan GENG NERO. Mungkin karna kadang kita suka buat ulah dan terlalu heboh kali ya hehe.
| |||||
| Putri, Farah, Amoy, Icha |
Saya merasa sangat cocok waktu pertama kali kenal Sonya. Beberapa minggu kuliah saya sudah ngekost bareng Sonya. Seperti sudah kenal lama padahal baru beberapa hari waktu itu saya kenal dia.
Dan pada saat saya ngekost bareng itu, disitu mulailah terjalin persahabatan dengan dia.
Walaupun saya punya sahabat baru seperti Sonya yang mengajarkan saya banyak hal, dari mulai kemandirian, kedewasaan dan tolong menolong tapi saya tidak akan melupan sahabat-sahabat terbaik saya sebelumnya.
Sonya sahabat terbaik saya, karna saat saya sedih dan tidak sanggup untuk melakukan suatu hal dia selalu membantu dan mensupport saya supaya saya kuat menghadapi dan menjalaninya.
![]() |
| Putri & Sonya |
Dan itulah sahabat-sahabat terbaik saya yang selalu memberikan nasihat dan pengalaman terbaik dalam hidup saya. Kalian sangat istimewa buat saya. Love you all :*






0 komentar:
Posting Komentar